Sebuah game yang mensimulasikan serangan Israel di Jalur Gaza dan
mengajak pemain untuk "menjatuhkan bom dan menghindari membunuh warga
sipil" telah ditarik dari toko aplikasi Android, demikian kata juru
bicara perusahaan, Senin (4/8/2014).
Game "Bomb Gaza"
dikembangkan oleh PlayFTW mensimulasikan konflik yang sedang berlangsung
antara Israel dan grup Islam Hamas, yang mendominasi wilayah Palestina.
Pemain menjatuhkan bom dari jet tempur ketika menghindari rudal dari
pejuang Hamas dalam masker hitam dan hijau.
"Kami menghapus
aplikasi tersebut dari Google Play yang melanggar kebijakan kami," kata
juru bicara Google, mengkonfirmasi bahwa game tersebut telah dihapus
dari Google Play Store. Google tidak menyebutkan kebijakan game mana
yang telah dilanggar.
Google Play memiliki aturan yang melarang
konten yang berisikan kebencian, intimidasi, dan kekerasan dan
memungkinkan pengguna untuk menilai konten kasar tersebut.
Game
tersebut mengundang komentar yang ditulis dalam halaman review Google
Play Store dan juga Facebook. Game Android ini telah diunduh sekitar
1.000 kali sejak peluncurannya 29 Juli, menurut koran Britain's Guardian
seperti dikutip Reuters.
"Ini memuakkan," tulis Saj Ishaq dalam halaman Facebook PlayFTW.
Facebook
tidak secara langsung merespon permintaan dalam komentar - komentar
tersebut dan PlayFTW tidak secara langsung menyampaikannya.
"Tolong
hapus game ini dari Play store. Game ini tidak sopan dan saya sangat
kecewa bahwa Google membiarkan hal ini. Jika game ini tidak dihapus,
saya akan memboikot Google," kata Oma Al, dalam halaman review game
tersebut, seperti yang dikutip Guardian.
Pada 8 Juli,
Israel meluncurkan serangan ke Gaza, merespon serangan roket Hamas. Gaza
secara resmi mengatakan lebih dari 1.831 orang Palestina, kebanyakan
dari mereka warga sipil, telah terbunuh dan sekitar 3.000 rumah di
Palestina telah hancur atau rusak sejak pertempuran tersebut dimulai.













0 comments:
Post a Comment